Tampilkan postingan dengan label Java. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Java. Tampilkan semua postingan

31 Agustus, 2008

Install Netbeans 6.5 di OpenSUSE 11

NetBeans adalah program IDE (Integrated Development Environment) sebagai alat bantu untuk mengembangakan aplikasi dengan bahasa pemrograman java. Sebelum menginstall netbeans tentu saja kita harus punya program installernya terlebih dahulu. installer netbeans bisa di download dari situs netbeans, pilih bahasa yang diinginkan dan platform sistem yang digunakan, jika akan menginstall di linux pilihlah platform Linux(x86/x64), lalu pilih bundle/paket yang akan didownload/unduh. Ada beberapa paket kompiler yang bisa dipilih, diantaranya Java enterprise/web, Java mobility (micro), Java standard, Ruby, C/C++, PHP, serta paket lengkap yang mencakup semuanya. lalu akan didapat file installer dengan nama netbeans-6.5_m1-linux.sh untuk paket yang lengkap (paket kompiler yang lain nama file installernya berbeda).

ubah permission flle agar bisa dieksekusi dengan perintah

chmod a+x netbeans-6.5_m1-linux.sh

lalu login sebagai root dan jalankan file tersebut dengan perintah

./netbeans-6.5_m1-linux.sh

tunggu sampai muncul jendela instalasi seperti berikut :



klik Next, atau klik Costumize terlebih dahulu untuk merubah paket-paket yang akan diinstall, Jika akan menginstall Apache-Tomcat sekaligus, klik costumize lalu tandai kolom ApacheTomcat karena secara default Apache-tomcat tidak ikut diinstall. Lalu muncul Persetujuan lisensi (License Agrement). Pada Versi 6.5 telah Include PHP sebagai Melengkapi versi sebelumnys








































































Read More......

26 Agustus, 2008

Netbeans... Opo n OOP

NetBeans IDE adalah aplikasi open-source, cepat dan bercirikan alat bantu utuh untuk membuat piranti lunak Java. Ia menuruti standar-standar dan jalan pada OS yang telah terinstal Java Virtual Machine.

Arahan-arahan dalam penginstalan Netbeans 4.1 di AMD64, lihat Netbeans4.1onAMD64.

Penginstalan

Untuk menginstal dan menjalankan Netbeans, Anda perlu memiliki Java SDK. Java JRE yang disediakan bersama Breezy (GCJ) tidaklah cukup untuk menginstal dan menjalankan Netbeans. Untuk menginstal Java SDK, lihat "Getting Java" di RestrictedFormats.

Unduh Netbeans dari halaman unduh mereka, pilih versi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Buka sebuah terminal dan pindah ke folder di mana Anda menyimpan berkas hasil unduhan dan menjadikannya dapat dijalankan.

 cd 
chmod +x

Untuk menginstal instalasi system-wide, jalankan berkas tersebut dengan sudo dan ikuti arahan.

 sudo ./

Untuk menginstal pemakai Anda, jalankan berkas tersebut dan ikuti arahan, sederhana. Ketika ditanya, pilih sebuah direktori instal dan pastikan pemakai Anda memiliki akses tulis.

 ./

Catatan: Jika Netbeans tidak dapat mencari JDK, cobalah untuk menambah -is:javahome /usr/lib/jvm/java-* pada perintah instal.

Untuk menjalankan Netbeans, gunakan /bin/netbeans.

Penyiapan Pasca Instalasi

Jika Anda mengintal system-wide sebuah Netbeans yang dibundel bersama Sun's J2EE Application Server, Anda tidak akan dapat menggunakan domain terpilih langsung (domain1) dari akun pemakai yang tak memiliki hak istimewa. Berkas-berkas terinstal dimiliki oleh akun root dan sebagian berkas adalah terproteksi baca/tulis. Sebuah solusi mudah adalah memberikan semua berkas dalam direktori domain1 pada pemakai Anda.

 sudo chown -R : /domains/domain1

Di Netbeans, di "Runtime" klik kanan ke item "Server" ke "Add Server...". Dalam wizard, gunakan direktori SUNWappserver Anda sebagai "Platform Location" dan memilih domain terpilih langsung di kotak drop-down. Setelah klik "Next", masukkan pemakai admin terpilih langsung (admin) dan password (adminadmin) lalu klik "Finish".

Sebuah solusi yang lebih jernih, membuat salinan dari domain1 dan memberikan berkas-berkas di dalamnya pada pemakai Anda. Karena berkas-berkas tersebut berisi bagian dari informasi khusus, Anda harus menyunting berkas bin/starserv dan bin/stopserv.

  sudo cp -R /domains/domain1 
sudo chown -R : /domain1
cd /domain1
gedit bin/startserv bin/stopserv

dalam setiap berkas, cari baris seperti

  INSTANCE_ROOT=/domains/domain1

dan ganti dengan

  INSTANCE_ROOT=/domain1
Di Netbeans, di "Runtime" klik kanan ke item "Server" lalu ke "Add Server...". Di wizard, gunakan direktori SUNWappserver Anda sebagai "Platform Location", pilih "Register Local Domain" dan klik "Next". Gunakan salinan domain1 sebagai "Domain Folder" dan, setelah klik "Next", masukkan pemakai admin terpilih langsung (admin) dan password (adminadmin) lalu klik "Finish".

Read More......

19 Agustus, 2008

Terinspirasi Lebih Semangat

Mas Vavai menuliskan ...
Masing-masing orang punya metode tersendiri untuk mulai belajar Java. Saya pribadi memulainya dengan latar belakang sebagai programmer Visual Basic di Windows. Kemampuan OOP saya bisa dibilang nol besar. Selain itu, saya rada ngeyel, mau menggunakan metode dan cara sendiri untuk belajar sesuatu. Kebiasaan ini merupakan bawaan sejak bayi. Sewaktu SMA (lho, kamu pernah sekolah Vai ? :-P ), alih-alih menyalin tulisan pak guru, saya memilih untuk menuliskan catatan versi saya. Jika pak guru membuat gambar, saya akan menambahkan keterangan versi saya agar bisa saya ingat, “Begini lho maksudnya…”

Sebelum berpanjang lebar soal pengalaman belajar Java, harap dipahami bahwa saya juga baru beberapa waktu belajar dan menggunakan Java untuk pengembangan aplikasi, jadi jangan berpikir saya ini seorang dosen Java atau seorang expert dibidang Java :-).

Ketertarikan saya soal Java dimulai saat saya mulai tertarik dengan Linux. Pemakaian Linux yang semakin intensif, rencana perusahaan untuk migrasi sistem ke Linux dan pencarian aplikasi yang bisa berjalan pada berbagai platform membawa saya ke Java. Salah satu feature penting dari Java tentu konsep WORA (Write Once Run Anywhere) yang ada pada Java. Sekali buat aplikasi, aplikasi tersebut bisa dijalankan pada berbagai sistem operasi. Selain Java, tentu ada aplikasi lain yang sejenis. QT misalnya, tools berbasis C++ yang menjadi kunci pengembangan KDE di Linux menjadi pilihan awal saya, namun saya tidak ku-ku kalau harus membayar biaya lisensinya. Memang sih ada versi open source tapi itu untuk produk open source juga.

Sebelum memilih aplikasi open source, saya juga sempat berniat menceburkan diri ke dunia .NET. Hanya saja, setelah eksplorasi beberapa waktu, skema lisensi .NET membuat saya memilih Java. Meski ada .NET Express, saya memandangnya sebagai tools serba terbatas untuk membangun sebuah aplikasi. Selain itu, perbedaan .NET yang cukup jauh dengan Visual Basic 6.0 saya pandang akan membuat saya mengeluarkan effort yang sama besarnya jika saya menggunakan bahasa yang benar-benar baru.

Sebagai veteran Visual Basic, pilihan awal sebenarnya bukan QT melainkan Gambas. Pertimbangannya, Gambas memiliki kemiripan dengan Visual Basic. Hanya saja, saya masih kurang nyaman dengan keterbatasan yang dimiliki oleh Gambas, sementara disisi lain, Java jauh lebih matang. Real Basic juga pernah saya coba, namun saya tidak eksplorasi lebih jauh setelah aplikasi Visual Basic yang saya import dari versi native tidak dapat dijalankan secara penuh di Real Basic.

Pertimbangan terakhir untuk memilih Java adalah setelah melakukan blog walking dan menemukan blog dari Endy Muhardin. Dari tulisannya, saya melihat mas Endy cukup lugas dalam memberikan penjelasan mengenai sesuatu dalam bahasa Java. Konsep OOP yang dianalogikan dengan sebuah mobil misalnya, membuat saya jauh lebih mudah mencerna pemahaman hal tersebut dibandingkan konsep abstrak lainnya.

Adalah suatu kebetulan, ketika saya tertarik untuk belajar Java, perusahaan juga dalam proses melakukan migrasi aplikasi ke Linux. Proposal saya untuk mengadakan pelatihan internal Java bagi para IT staff disetujui oleh pihak manajemen sehingga proses pembelajaran Java bisa jauh lebih mudah. Trainer yang dipilih juga sangat memahami mindset melakukan coding dengan Java sehingga adaptasi ke Java bisa lebih smooth. Trainernya ? Ya Endy Muhardin :-). Untuk aplikasi menggunakan desktop dan web menggunakan Netbeans, mas Endy disertai rekannya dari komunitas Netbeans Indonesia, Ifnu Bima. Hebatnya, Ifnu ini masih mahasiswa…

Satu hal yang perlu ditekankan, dengan ataupun tanpa pelatihan yang diadakan oleh perusahaan, saya akan tetap mempelajari Java. Resource yang berlimpah di internet merupakan sumber pembelajaran yang bisa diakses dengan mudah.

Lantas, bagaimana pola saya mempelajari Java ?

Latar belakang Visual Basic saya membuat saya melompat-lompat saat melakukan coding. Bisa saja diawal saya menggunakan konsole untuk kemudian tiba-tiba membuat aplikasi database dengan Netbeans untuk kemudian mundur kembali pada konsep OOP. Jika diilustrasikan, berikut adalah catatan kasar sewaktu saya belajar Java.

  1. Bagaimana cara install Java di Linux (OpenSUSE)
  2. Bagaimana cara install IDE Java di Linux (Netbeans, Eclipse, Sun Java Creator dll)
  3. Bagaimana melakukan kompilasi, setting path dan classpath di Linux
  4. Bagaimana membuat Hello World !
  5. Bagaimana membuat aplikasi dasar sekuensial (aplikasi perhitungan biasa tanpa percabangan ataupun perulangan)
  6. Bagaimana membuat aplikasi percabangan (If Then Else)
  7. Bagaimana membuat aplikasi perulangan (Loop)
  8. Bagaimana membuat aplikasi grafis
  9. Bagaimana membuat aplikasi dasar toolbox / pallete grafis (button, text field, combo, list)
  10. Bagaimana membuat aplikasi dengan tabel
  11. Bagaiamana melakukan koneksi ke database via konsole
  12. Bagaimana melakukan koneksi ke database via Netbeans
  13. Bagaimana membuat aplikasi database lengkap
  14. Bagaimana konsep OOP diterapkan dalam sebuah aplikasi yang siap dijalankan
  15. Bagaimana melakukan deployment aplikasi

Dalam perjalanannya, berbagai hal diatas dilengkapi dengan testing penggunaan framework dan model. Dalam beberapa hal, saya cenderung untuk membuat program secara sederhana, meski dengan konsep OOP yang amburadul sekalipun untuk mendapatkan bentuk pemahaman yang saya inginkan. Saran saya, untuk mulai belajar Java, tidak usah dipusingkan dengan konsep framework maupun pemisahan kode dan upaya melakukan fleksibilitas kode. Kalau bisa sih nggak apa-apa, tapi kalau tidak bisa, itu akan mempersulit upaya belajar. Seperti halnya kita saat belajar di sekolah, konsep awal mungkin dibuat mudah agar kita bisa melangkah secara bertahap.

Sewaktu saya menjadi assisten lab komputer di STMIK Bani Saleh Bekasi (1999-2004), pengalaman saya mengajar mahasiswa baru mungkin bisa menjadi masukan. Saat menjelaskan konsep pemrogramman dengan perulangan menggunakan Turbo Pascal, saya melakukan hal sebagai berikut :

  1. Saya minta mahasiswa membuat program dengan tulisan : “Nama saya adalah : Nama-Sendiri”
  2. Saya minta mahasiswa membuat program untuk mencetak tulisan tersebut sebanyak 5 kali. Untuk tahap ini, ada cukup banyak mahasiswa yang menulis statemen diatas sebanyak 5 kali secara manual. Pada saat ini, saya contohkan bagaimana melakukan copy-paste di teks editor Pascal (menggunakan CTRL + KB, CTRL + KK, CTRL + KC. Perintah ini saya ingat karena saya masih termasuk generasi yang mengalami aplikasi pengolah kata Wordstar :-D )
  3. Saya minta mahasiswa membuat program untuk mencetak tulisan sebanyak 10 kali. Sebagian besar menggunakan perintah copy-paste untuk melakukannya.
  4. Saya minta mahasiswa mencetak tulisan yang sama tapi sebanyak 1000 kali. Saat mereka mengeluh soal lamanya proses copy-paste, barulah saya menjelaskan konsep perulangan.

Cukup berbelit memang, tapi itu saya lakukan agar mahasiswa tidak serta merta menganggap konsep perulangan dan konsep lain dalam dunia pemrogramman tercipta dengan sendirinya. Bukan juga berarti bahwa mahasiswa saya terlalu newbie untuk hal yang sama. Sebagian dari mereka sudah memahami konsep yang sama namun dengan cara pandang yang berbeda.

Bagaimana ? Tertarik menggunakan Java ? Apakah masih menggunakan aplikasi WODA ? Write Once Debug Anywhere ? :-))

Related Entry :

  1. Endy Muhardin : Belajar Java, Mulai Dari Mana ?
  2. Ifnu Bima : Belajar Java Mulai Dari Mana

Read More......

Blogger Templates by OurBlogTemplates.com 2007